Apa yang Harus Kita Lakukan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan?

Rumahku Surgaku Online

10 malam pertama yg lalu, mungkin ibadahmu kurang semangat. Kau bilang masih lemas dan masih butuh penyesuaian.

10 malam kedua datang, ibadahmu belum juga maksimal. Karena ternyata kau malah sibuk dengan urusan dan pekerjaanmu.

Tak terasa, sekarang sudah 10 malam ketiga. Karena saking sayangnya Allah SWT kepadamu, Dia menunggu sampai ke 10 malam terakhir untuk menyelipkan di dalamnya untukmu “Lailatul Qadr” dengan harapan semoga saat itu kau sudah sadar dan sudah siap untuk bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya. Paling tidak di 10 malam yg tersisa ini.

Belum terlambat, masih ada waktu.

Ramadhan Karīm.

Deri Suandi

Tangerang, 19 Ramadhan 1439 H

———-

Tak terasa Ramadhan sudah akan meninggalkan kita. Sudah sampai manakah kita beribadah di bulan yang penuh berkah ini? Hanya diri masing-masing yang bisa menjawab dan menilainya.

Jika dihitung secara harian, Ramadhan kali ini sudah memasuki sepuluh hari terakhir. Bulan penuh kemuliaan akan segera pergi. Lantas amalan apakah yang perlu kita perkuat di sepuluh hari terakhir ini? Mari kita simak kebiasaan dari Rasulullah Muhammad SAW saat Ramadhan.

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata:  Nabi Muhammad SAW selalu beritikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, beliau beritikaf selama dua puluh hari (HR.Bukhari).

Baginda Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan kepada ummat muslim untuk menghidupkan Ramadhan diantaranya dengan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam islam, i’tikaf haruslah dilaksanakan di dalam masjid. Tidak sah jika ada orang muslim melaksanakannya di selain masjid.

Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, kita dianjurkan untuk lebih kuat lagi dalam beribadah. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidup beliau bahkan di tahun terakhir sebelum beliau wafat, beliau i’tikaf selama dua puluh hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *