Jangan Ngaku Suami Kalau Belum Mengamalkan Ini

Jangan Ngaku Suami Kalau Belum Mengamalkan Ini

Rumahku Surgaku Online

Allah SWT mewujudkan manusia berpasang-pasangan, ada yang diciptakan menjadi golongan keturunan Adam dan juga ada yang keturunan Hawa. Fitrah golongan Adam disiapkan untuk menjadi seorang suami, begitu juga golongan Hawa menjadi seorang istri.

Ketika suami istri sudah mengikat janji suci untuk mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga, maka aturan-aturan Allah SWT harus diamalkan supaya bahtera teresebut berjalan dengan indah dan bahagia.

Berikut hal yang wajib diamalkan oleh seorang suami dalam berumah tangga ;

1. Bergaul bersama istri dengan cara yang baik.

Sebagai seorang suami hendaklah berperilaku baik kepada istri dan keluarganya. Jangan mentang-mentang merasa diri sebagai kepala rumah tangga lalu berbuat semena mena terhadap istri.

Allah SWT berfirman :

“Dan bergaullah dengan mereka dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).

Dari ‘Aisyah, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yan berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang  paling berbuat baik pada keluargaku” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ibnu Hibban).

2. Memberikan nafkah kepada anak dan istri sekuat yang bisa dilakukan.

Suami adalah nahkoda dari sebuah perahu rumah tangga. Dia yang berkewajiban untuk mencukupi semua kebutuhan istri dan keluarganya.

Nafkah tentunya berupa makanan yang dimakan sehari hari, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya.

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath Tholaq: 7).

Pada ayat lainya, Allah SWT  telah menjelaskan kewajiban seorang suami agar memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara yang ma’ruf. Allah SWT berfirman:

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233).

Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda ketika haji wada:

“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf” (HR. Muslim).

3. Memimpin keluarga dengan berpegang pada syariat Allah SWT.

Rasulullah Muhammad SAW memberikan penegasan kepada suami sebagai seorang pemimpin dan kepemimpinananya tersebut akan dimintai pertanggung jawaban disisi Allah SWT.

Dari Ibnu Umar RA berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap kalian pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab tentang apa yang ia pimpin, dan imam (umaro’) adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab tentang rakyatnya, dan seorang laki laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai tanggung jawab tentang apa yang ia pimpin, dan seoarang perempuan di rumah suaminya adalah pemimpin dan ia akan dimintai tanggung jawab tentang apa yang ia pimpin…’” (HR.Bukhari Muslim).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *