Larangan Menikahi Perempuan yang Sudah Dilamar Orang Lain

Larangan Menikahi Perempuan yang Sudah Dilamar Orang Lain

Rumahku-surgaku.org, Tangerang – Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan ummatnya untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Shahabat Anas bin Malik ra berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk menikah dan melarang membujang dengan larangan yang keras.”

Nabi Muhammad SAW bersabda:

تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأَنْبِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Nikahilah wanita yang subur dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya ummatku di hadapan para Nabi pada hari Kiamat.” (HR.Ahmad).

Tapi bagaimana jika seorang gadis yang ingin dinikahi sudah keburu dilamar oleh lelaki lain? Berikut penjelasan dari Rasulullah Muhammad SAW di hadits yang lain.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Abdurrahman bin Syamasah, bahwa dia mendengar ‘Uqbah bin ‘Amir berdiri di atas mimbar seraya berucap: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ، فَلاَ يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَبْتَاعَ عَلَى بَيْعِ أَخِيْهِ وَلاَ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَذَرَ.

‘(Seorang) mukmin itu saudara bagi mukmin lainnya. Oleh karena itu tidak halal bagi seorang mukmin membeli atas pembelian saudaranya dan tidak pula meminang atas pinangan saudaranya hingga dia meninggalkannya.’

Seseorang yang meminang pinangan saudaranya dapat menyebabkan permusuhan dalam hati. Karena itu, Islam melarangnya.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَكُوْنُوْا إِخْوَانًا، وَلاَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى حِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَوْ يَتْرُكَ.

“Janganlah kalian berprasangka, karena prasangka itu adalah seburuk-buruk pembicaraan. Jangan mencari-cari kesalahan orang dan jangan saling bermusuhan, serta jadilah kalian sebagai orang-orang yang bersaudara. Janganlah seseorang meminang atas pinangan saudaranya hingga dia menikah atau meninggalkannya.” (HR.Bukhari).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *