Mahasiswa Lampung Diminta Perang Lawan Riba

Mahasiswa Lampung Diminta Perang Lawan Riba

Rumahku-surgaku.org,Lampung- Di Indonesia mahasiswa jadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan. Terbukti setiap pergantian rezim ada andil kalangan mereka.

Demikian hal itu mengemuka saat Ketua DPD RCC (Riba Crisis Centre) Bandar Lampung Goenawan K. Judha memberikan materi nilai-nilai Kebangsaan dengan tema ‘74 Tahun Menjaga Indonesia’ kepada puluhan mahasiswa di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al Awabin Sukarame, Bandar Lampung, Jumat (20/9/2019).

Mahasiswa sedang menyimak materi yang disampaikan Ketua DPD RCC Bandar Lampung Goenawan K. Judha di PPM Al Awabin Sukarame.

Goenawan mengingatkan, bangsa Indonesia agar waspada pada ancaman proxy war yang ingin menguasai kekayaan alam Indonesia. Strategi proxy war itu caranya menyebarkan dan menyuburkan riba di tengah masyarakat. “Dikenal cara TSM,  artinya Terstruktur, Sistematis dan Masif,” katanya.

Goenawan menjelaskan, masyarakat supaya terjerat riba dikemas melalui kebutuhan-kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan (perumahan). Tanpa disadari lewat kebutuhan itu melemahkan sendi-sendi ekonomi dan kehidupan bangsa dan negara.

Ketua DPD RCC Bandar Lampung Goenawan K. Judha menyampaikan materi kebangsaan dengan tema ’74 Tahun Menjaga Indonesia’ di PPM Al Awabin Sukarame.

Karena sistem riba sudah dengan cara TSM, maka mau tidak mau bangsa Indonesia harus perang melawan riba. Misalnya oleh mahasiswa melalui edukasi-edukasi ke masyarakat. Mahasiswa bisa bekerjasama dan menggandeng para alim ulama untuk terjun ke masyarakat. “Saya meyakini gerakan yang dilakukan mahasiswa murni perjuangan untuk NKRI supaya tidak teggelam,” ujarnya.

Pemberian materi kebangsaan oleh DPD RCC Bandar Lampung disambut gembira Pembina PPM Al Awabin Sukarame Sukadi Karta, SE. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bagus untuk adik-adik mahasiswa. Ini supaya mereka melihat kondisi bangsa secara makro dan mengambil peran aktif di tengah masyarakat dalam memerangi riba. “Apalagi saat ini dampaknya tidak disadari dan sudah membahayakan,” katanya.(wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *