Masyarakat Kota Tangerang Kian Terdesak Praktik Ribawi

Masyarakat Kota Tangerang Kian Terdesak Praktik Ribawi

Rumahku-surgaku.org,Tangerang – Menjamurnya jasa keuangan digital (fintech) di antaranya telah menyengsarakan masyarakat Kota Tangerang. Itu lantaran penagihan sewenang-sewenang kepada nasabahnya.

Sebelumnya masyarakat Kota Tangerang sudah terjebak hutang lewat jasa rentenir. Masyarakat tergiur akan kemudahan mendapatkan pinjaman. Kendati diterapkan bunga selangit.

Sejumlah lembaga, organisasi dan komunitas masyarakat turut prihatin menjamurnya jasa keuangan yang mempraktikan bunga tinggi bahkan mengandung riba. Alasannya program yang diberikan bukan mensejahterakan masyarakat tetapi sebaliknya.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang dalam mencegah praktik riba di masyarakat meluncurkan program Microfinance Baznas. Program ini merupakan bantuan pembiayaan produktif kepada mustahik dengan prinsip non for profit dalam rangka pengembangan usaha.

Baznas Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang saat menggulirkan program Baznas untuk bantuan masyarakat.

Ketua Baznas Kota Tangerang Aselih El Husairy mengatakan, permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan usaha. “Kurangnya modal pada usaha kecil menengah dikarenakan karakteristik usaha yang tertutup,”katanya, Rabu (26/6/2019).

Selain itu, kata Aselih, bila mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas. Sedangkan modal pinjaman dari bank syariah atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan administratif dan teknis yang diminta bank tidak dapat dipenuhi. Akhirnya banyak usaha kecil yang mengajukan pinjaman kepada rentenir

Menurutnya, tujuan utama program ini memberikan akses layanan pembiayaan produktif kepada mustahik dalam rangka mengembangkan usahanya. “Jadi mereka tidak terjerat praktik riba karena pinjam ke rentenir atau lembaga keuangan lain yang memakai bunga,” katanya.

Sementara kriteria-kruteria usaha yang bakal dibantu Baznas Kota Tangerang pertama, sudah berjalan selama satu tahun terakhir dengan konsep usaha yang jelas, kedua membuat Surat Keterangan Usaha minimal dari kelurahan, ketiga memiliki catatan pembukuan kegiatan usaha yang dapat menilai asset, dan memiliki rekening bank syariah.

Kegiatan sosialisasi pencegahan riba oleh Riba Crisis Centre ke kalangan pengusaha properti, komunitas ojol dan investor.

Sementara dakwah memerangi riba dilakukan masif oleh organisasi  Riba Ciris Centre (RCC). Organisasi tersebut memiliki program edukasi, advokasi, dan ekonomi. Lewat edukasi memberikan pemahaman dan sosialisasi bahaya riba, advokasi dengan bantuan hukum kepada korban riba, sementara ekonomi membuat unit-unit usaha yang sesuai ajaran ilahi.

Di bidang ekonomi, RCC saat ini konsen membangun perumahan syariah tanpa riba dengan bendera Rumahku Surgaku. Dipilihnya properti karena kontribusi riba terbesar di Indonesia bidang properti. “Semoga lewat rumah syariah ini maka riba-riba yang lain akan hilang,” kata Ketua RCC Deri Suandi, dalam suatu kesempatan.(wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *