Tanggapi Larangan WNI Masuk Baitul Maqdis, Deri : Boikot Semua Produk Israel

Tanggapi Larangan WNI Masuk Baitul Maqdis, Deri : Boikot Semua Produk Israel

Rumahku Surgaku Online

Beberapa waktu yang lalu beredar surat resmi berbahasa ibrani dari otoritas Israel tentang larangan bagi semua pemegang passport Indonesia alias warga negara Indonesia untuk masuk ke wilayah negara tersebut. Termasuk di dalamnya adalah Masjid Al Aqsha.

Keputusan tersebut diduga kuat diambil sebagai aksi balasan pemerintah Indonesia yang melarang warga negara Israel masuk Indonesia.

Dalam sebuah pesan yang beredar luas, turis Indonesia yang telah dijadwalkan masuk Israel pada 9 Juni 2018 akan diperlakukan seperti biasanya dan diperkenankan masuk. Namun untuk turis Indonesia yang ingin masuk setelah tanggal tersebut, akan ditolak. Aturan ini berlaku bagi perorangan mau pun kelompok.

Seperti halnya dikutip dari kantor berita Republika, Kementerian Luar Negeri telah membenarkan larangan yang diterbitkan Israel tersebut. Namun belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Menyikapi hal ini, Ceo Rumahku Surgaku, Deri Suandi,MSc mengajak kepada seluruh kaum muslimin dunia khususnya warga negara Indonesia untuk memboikot seluruh produk Israel.

“ Sungguh ini sebuah penghinaan. Kita ini muslim dan Aqsha adalah salah satu tempat suci kita. Muslim seluruh dunia khususnya yang di Indonesia sudah saatnya untuk bangkit melawan. Kita boikot seluruh produk Israel dan putuskan hubungan dagang dengan Israel” tegas Deri kepada redaksi (01/06).

Selain itu, Deri memprediksi larangan masuk ke wilayah yang digadang-gadang sebagai wilayah Israel ini tidak akan berlangsung lama karena mengingat warga negera Indonesia termasuk dari lima besar turis yang berkunjung ke wilayah tersebut dan ini tentunya menjadi pemasukan besar bagi Israel.

“Bismillah… Tidak usah kita takut kepada Israel. Mari kita bersatu, rapatkan barisan dan satukan kekuatan untuk memboikot mereka” tutup Deri sambil membacakan QS. Ali Imran ; 103

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *